Mengapa Martin Luther menolak untuk mencabut dalil-dalil dan ajarannya pada tanggal 18 April 1521 yang secara simbolis memulai Reformasi Protestan?

Mengapa Martin Luther menolak untuk mencabut dalil-dalil dan ajarannya pada tanggal 18 April 1521 yang secara simbolis memulai Reformasi Protestan?

Jawaban

alasan Martin Luther menolak mencabut ke-95 Tesisnya sebab dirinya merasa yakin akan kritiknya terhadap otoritas Gereja telah berlandaskan pada ajaran murni Tuhan dan Injil, bukan dari tafsiran pihak Gereja atau Paus.

Pembahasan

Dalil-dalil Martin Luther, atau juga disebut 95 Tesis, merupakan kritik Martin Luther terhadap otritas Gereja, terutama setelah Paus Leo X memperjualbelikan indulgensi. Ke-95 Tesis itu dipaku di pintu Gereja Kastil, Wittenburg. Martin Luther menolak untuk mencabut dalil-dalil dan ajarannya dikarenakan:

  1. Martin Luther tidak menyetujui penjualan indulgensi yang dilakukan oleh Paus Leo X, karena menurutnya hanya Tuhan yang mampu mengapus dosa manusia, bukan dengan membeli surat pengampunan dosa kepada Paus.
  2. Martin Luther percaya bahwa kebenaran yang sesungguhnya bukan dari gereja dan dari kepausan, melainkan dari kebenaran injil. Dengan demikian ia berasalaan bahwa kebenaran bahwa Injil yang menjadi acuan di dalam kebenaran, dan bukan melalui gereja dan paus.
  3. Banyak ritus atau upacara penyembahan dinilai salah dan berbeda dari yang Tuhan ajarkan, sehingga ia melakukan reformasi agar dapat memurnikan ajaran gereja yang sesuai dengan apa yang Tuhan ajarkan.

Dengan demikian, alasan Martin Luther menolak mencabut ke-95 Tesisnya sebab dirinya merasa yakin akan kritiknya terhadap otoritas Gereja telah berlandaskan pada ajaran murni Tuhan dan Injil, bukan dari tafsiran pihak Gereja atau Paus.

Baca Juga :  Ciri-ciri tumbuhan lumut yang tergolong dalam kelompok Hepaticopsida adalah ...

Leave a Comment